Rumah Tanpa Jendela & The Romantics #ReviewMakchy
Dua Cara Melihat Rumah dan Cinta: Rumah Tanpa Jendela & The Romantics
Berhenti sebentar dan mikir, “Kok ini relate banget, sih?”
Dua buku yang baru aku baca. Rumah Tanpa Jendela karya Asma Nadia dan The Romantics karya Leah Konen.
Sama-sama punya cerita tentang hubungan, pilihan, dan perasaan manusia yang kadang nggak sesederhana kelihatannya.
Tapi vibe keduanya beda banget.
Rumah Tanpa Jendela — Ketika Rumah Nggak Selalu Berarti Tempat
Dari judulnya saja, Rumah Tanpa Jendela sudah terasa seperti menyimpan sesuatu.
Buku karya Asma Nadia ini membawa kita melihat kehidupan dari sisi yang mungkin sering luput kita perhatikan.
Ada keluarga, mimpi, keterbatasan, dan keinginan sederhana untuk punya kehidupan yang lebih baik.
Yang bikin ceritanya terasa dekat adalah hal-hal kecilnya. Tentang keinginan yang sebenarnya sederhana, tapi nggak semua orang punya kesempatan yang sama untuk mendapatkannya.
Dan dari sini aku jadi mikir: rumah itu sebenarnya apa?
Apakah cuma tempat untuk pulang? Atau tentang orang-orang yang bikin kita merasa aman, diterima, dan nggak perlu pura-pura jadi siapa-siapa?
Cerita ini juga mengingatkan bahwa sometimes, orang yang terlihat baik-baik saja ternyata sedang berjuang dengan hal yang nggak kita tahu.
Bacanya bikin hati agak sesak, tapi dengan cara yang bagus. Ada rasa hangat, sedih, sekaligus reflektif.
The Romantics — Karena Cinta Nggak Selalu Datang dengan Cara yang Kita Mau
Kalau Rumah Tanpa Jendela terasa lebih emosional dan menyentuh, The Romantics karya Leah Konen punya vibes yang lebih ringan dan playful.
Cerita ini cocok buat kamu yang suka relationship drama, complicated feelings, dan segala macam kekacauan yang datang bersama urusan cinta.
Karena let’s be honest, cinta di dunia nyata juga jarang banget sesimpel “ketemu, jatuh cinta, happily ever after”.
Kadang kita suka orang yang salah. Kadang kita terlalu lama bertahan. Kadang kita baru sadar seseorang penting setelah semuanya berubah.
The Romantics terasa seperti mengajak kita melihat cinta dari beberapa sudut. Nggak cuma soal pasangan, tapi juga tentang bagaimana hubungan dengan orang lain bisa memengaruhi cara kita melihat diri sendiri.
Dan bagian paling relatable? Kita semua pernah ada di fase overthinking soal hubungan. “Dia sebenarnya suka aku nggak, sih?” atau “Ini relationship atau aku cuma halu?” 😭
Jadi, Mana yang Lebih Aku Suka?
Honestly, keduanya punya daya tarik masing-masing.
Kalau lagi pengin bacaan yang lebih menyentuh dan bikin hati hangat sekaligus mikir tentang arti keluarga, kehidupan, dan rumah, pilih Rumah Tanpa Jendela.
Kalau lagi pengin sesuatu yang lebih fun, ringan, tapi tetap punya drama dan refleksi soal cinta, The Romantics bisa jadi pilihan.
Dua buku ini sama-sama mengingatkan aku bahwa manusia itu complicated.
Kita punya keinginan, ketakutan, luka, dan cara masing-masing untuk mencari tempat pulang.
Maybe that's why books like these stay with us.
Bukan karena ceritanya sempurna, tapi karena di beberapa bagian, kita menemukan diri sendiri di dalamnya.
#ReviewMakchy #BookReview
Komentar
Posting Komentar