Postingan

Dua Buku, Dua Rasa: Dari Luka yang Dipendam sampai Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Gambar
Dua Buku, Dua Rasa: Dari Luka yang Dipendam sampai Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Ada kalanya kita membaca buku bukan karena sedang mencari jawaban, tapi karena ingin merasa,  “Oh, ternyata aku nggak sendirian.”  ðŸ“– Belakangan ini aku lagi menikmati dua buku dengan vibe yang cukup berbeda:  “Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri”  dan  “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”  karya Brian Khrisna. Dua-duanya punya warna cerita masing-masing, tapi somehow sama-sama terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dan honestly , ini tipe buku yang enak dibaca pelan-pelan. Nggak harus langsung selesai dalam satu malam.  Bisa dibaca sambil ngopi, sebelum tidur, atau saat lagi ingin punya waktu sebentar buat diri sendiri. 1. Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri Dari judulnya saja sebenarnya sudah terasa kalau buku ini punya suasana yang cukup personal.  Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri  membawa kita pada hal-hal yang mungkin selama ini sering kita simpan sendiri. ...

Mimpi Kecil yang Akhirnya Menjadi Nyata: Perjalanan Menulis E-book Pertamaku

Gambar
Mimpi Kecil yang Akhirnya Menjadi Nyata: Perjalanan Menulis E-book Pertamaku Ada satu kalimat yang selalu aku percaya:  mimpi  tidak harus besar untuk layak diperjuangkan. “Kadang, mimpi kecil yang terus dijaga justru akan tumbuh menjadi sesuatu yang luar biasa.” Alhamdulillah, hari ini aku bisa mengatakan bahwa salah satu mimpi kecilku akhirnya menjadi nyata.  Setelah sebelumnya menjadi bagian dari sebuah buku antologi, kini aku berhasil menyelesaikan dan menerbitkan  e-book pertamaku  yang berjudul  "Bertumbuh Tanpa Harus Sempurna." Perasaan ini sulit dijelaskan dengan kata-kata. Bahagia, haru, sekaligus tidak percaya bahwa tulisan-tulisan yang selama ini hanya tersimpan di dalam catatan akhirnya bisa menjadi sebuah buku yang utuh. Yang membuatku semakin tersenyum adalah jumlah halamannya. E-book ini terdiri dari  91 halaman , angka yang secara kebetulan sama dengan tahun kelahiranku. Rasanya seperti sebuah pengingat manis bahwa setiap perjalanan me...

Dari Mata Sepet Jadi Lebih Peduli: Cerita Kecil Menjaga Kenyamanan Mata di Tengah Aktivitas Digital

Gambar
Dari Mata Sepet Jadi Lebih Peduli:  Cerita Kecil Menjaga Kenyamanan Mata di Tengah Aktivitas Digital  Pernah nggak sih, lagi asyik bekerja atau scroll handphone tiba-tiba mata terasa nggak nyaman? Bukan sakit yang sampai mengganggu banget, tapi ada rasa sepet yang bikin ingin berkedip terus atau mengucek mata.  Aku pernah mengalaminya, terutama saat terlalu lama menatap layar.  Sebagai seseorang yang sehari-hari cukup sering menggunakan laptop dan smartphone , aku merasa layar sudah menjadi bagian dari rutinitas.  Mulai dari menyelesaikan pekerjaan, mencari informasi, membalas pesan, sampai hiburan di waktu luang, semuanya hampir tidak lepas dari perangkat digital. Awalnya aku menganggap mata sepet adalah hal biasa. Paling cuma efek terlalu lama melihat layar, pikirku. Biasanya setelah mengistirahatkan mata sebentar, rasa tidak nyaman itu akan hilang.  Tapi ternyata, kalau kebiasaan menatap layar terlalu lama terus dilakukan tanpa perhatian, mata bisa sema...