Postingan

Rumah Tanpa Jendela & The Romantics #ReviewMakchy

Gambar
Dua Cara Melihat Rumah dan Cinta:  Rumah Tanpa Jendela  &  The Romantics Berhenti sebentar dan mikir,  “Kok ini relate banget, sih?” Dua buku yang baru aku baca.  Rumah Tanpa Jendela  karya Asma Nadia dan  The Romantics  karya Leah Konen.  Sama-sama punya cerita tentang hubungan, pilihan, dan perasaan manusia yang kadang nggak sesederhana kelihatannya. Tapi vibe keduanya beda banget. Rumah Tanpa Jendela  — Ketika Rumah Nggak Selalu Berarti Tempat Dari judulnya saja,  Rumah Tanpa Jendela  sudah terasa seperti menyimpan sesuatu. Buku karya Asma Nadia ini membawa kita melihat kehidupan dari sisi yang mungkin sering luput kita perhatikan.  Ada keluarga, mimpi, keterbatasan, dan keinginan sederhana untuk punya kehidupan yang lebih baik. Yang bikin ceritanya terasa dekat adalah hal-hal kecilnya. Tentang keinginan yang sebenarnya sederhana, tapi nggak semua orang punya kesempatan yang sama untuk mendapatkannya. Dan dari sini ...

Dua Buku, Dua Rasa: Dari Luka yang Dipendam sampai Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Gambar
Dua Buku, Dua Rasa: Dari Luka yang Dipendam sampai Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Ada kalanya kita membaca buku bukan karena sedang mencari jawaban, tapi karena ingin merasa,  “Oh, ternyata aku nggak sendirian.”  ðŸ“– Belakangan ini aku lagi menikmati dua buku dengan vibe yang cukup berbeda:  “Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri”  dan  “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”  karya Brian Khrisna. Dua-duanya punya warna cerita masing-masing, tapi somehow sama-sama terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dan honestly , ini tipe buku yang enak dibaca pelan-pelan. Nggak harus langsung selesai dalam satu malam.  Bisa dibaca sambil ngopi, sebelum tidur, atau saat lagi ingin punya waktu sebentar buat diri sendiri. 1. Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri Dari judulnya saja sebenarnya sudah terasa kalau buku ini punya suasana yang cukup personal.  Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri  membawa kita pada hal-hal yang mungkin selama ini sering kita simpan sendiri. ...

Mimpi Kecil yang Akhirnya Menjadi Nyata: Perjalanan Menulis E-book Pertamaku

Gambar
Mimpi Kecil yang Akhirnya Menjadi Nyata: Perjalanan Menulis E-book Pertamaku Ada satu kalimat yang selalu aku percaya:  mimpi  tidak harus besar untuk layak diperjuangkan. “Kadang, mimpi kecil yang terus dijaga justru akan tumbuh menjadi sesuatu yang luar biasa.” Alhamdulillah, hari ini aku bisa mengatakan bahwa salah satu mimpi kecilku akhirnya menjadi nyata.  Setelah sebelumnya menjadi bagian dari sebuah buku antologi, kini aku berhasil menyelesaikan dan menerbitkan  e-book pertamaku  yang berjudul  "Bertumbuh Tanpa Harus Sempurna." Perasaan ini sulit dijelaskan dengan kata-kata. Bahagia, haru, sekaligus tidak percaya bahwa tulisan-tulisan yang selama ini hanya tersimpan di dalam catatan akhirnya bisa menjadi sebuah buku yang utuh. Yang membuatku semakin tersenyum adalah jumlah halamannya. E-book ini terdiri dari  91 halaman , angka yang secara kebetulan sama dengan tahun kelahiranku. Rasanya seperti sebuah pengingat manis bahwa setiap perjalanan me...