Postingan

Buku yang Rasanya Kayak Dipeluk Pelan-Pelan

Gambar
Rumah  Karya JS Khairen — Buku yang Rasanya Kayak Dipeluk Pelan-Pelan Ada beberapa buku yang selesai dibaca langsung lupa. Tapi ada juga buku yang selesai dibaca malah bikin diem sebentar, mikir, terus hati rasanya hangat.  Nah,  Rumah  karya JS Khairen termasuk tipe buku yang kedua.  Buku ini bukan cerita yang penuh plot twist heboh atau drama berat yang bikin capek mikir.  Justru kesederhanaannya itu yang bikin ngena. Cara JS Khairen nulis tuh kayak ngobrol pelan sama pembacanya. Simple, ringan, tapi diam-diam nusuk ke hati. Dan honestly, buku ini bikin sadar kalau “rumah” ternyata bukan cuma soal bangunan atau alamat tempat tinggal. Kadang rumah itu… seseorang. Kadang rumah itu… suasana. Kadang rumah itu… tempat di mana kita akhirnya bisa berhenti pura-pura kuat. #ReviewMakchy First Impression Pas Baca Awal baca buku ini tuh rasanya adem banget. Vibes-nya tenang, nggak buru-buru, dan nyaman. Kayak duduk sore sambil hujan turun di luar rumah terus ditemen...

Hai, Nak! — Buku yang Rasanya Kayak Pelukan Hangat di Hari Hujan

Gambar
Hai, Nak!  “Buku yang Rasanya Kayak Pelukan Hangat di Hari Hujan” Ada beberapa buku yang selesai dibaca lalu dilupakan begitu saja. Tapi ada juga buku yang setelah ditutup, rasanya masih tinggal di kepala dan hati. Buat aku,  Hai, Nak!  termasuk buku yang kedua. Pertama kali lihat cover-nya aja sudah bikin penasaran. Nuansanya hangat, tenang, sedikit sendu tapi nyaman. Ada gambar suasana hujan, secangkir minuman hangat, dan vibe rumah yang bikin hati langsung bilang, “Kayaknya ini bakal jadi bacaan yang menenangkan.” Dan ternyata benar. Buku ini bukan tipe novel yang penuh konflik besar atau drama yang bikin deg-degan. Justru kekuatannya ada di hal-hal sederhana. Tentang percakapan, tentang rasa kehilangan, tentang tumbuh dewasa, tentang hubungan orang tua dan anak, juga tentang bagaimana seseorang belajar memahami dirinya sendiri. Bahasa yang dipakai Reda Gaudiamo juga terasa ringan dan mengalir. Tidak ribet, tidak terlalu puitis berlebihan, tapi tetap cantik. Ada banya...

#ReviewMakchy Kisah Dilan Yang Bikin Nostalgia

Gambar
Hai, balik lagi di Ruang Makchy🤍 Kali ini aku mau ngobrol santai soal salah satu novel yang sempat bikin banyak orang baper, senyum-senyum sendiri, sampai susah move on dari karakter utamanya 😄 Yap, apalagi kalau bukan Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 dan lanjutannya Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku Tahun 1991 yang akhirnya membawa kita ke cerita Milea: Suara dari Dilan dan kisah Dilan sebagai mahasiswa di ITB tahun 1997. Buat yang suka cerita remaja dengan nuansa cinta, persahabatan, dan perjalanan hidup yang relate banget sama masa muda, buku ini cocok jadi teman santai di waktu luang. Bahasanya ringan, tidak terlalu berat, tapi tetap punya makna yang dalam. Nah, di artikel kali ini aku mau sharing review versi simple dan santai tentang kisah Dilan saat berada di dunia kampus ITB tahun 1997. Tentang Buku Dilan ITB 1997 Kalau sebelumnya kita mengenal Dilan sebagai anak SMA yang unik, romantis, dan sering bikin Milea gemas, di cerita ini kita diajak melihat sisi Dilan...

Hidup yang Cukup: Ketika Syukur Menjadi Rumah Paling Tenang

Gambar
Hidup yang Cukup: Ketika Syukur Menjadi Rumah Paling Tenang Teman-teman, welcome to Ruang Makchy 🌿 Pernah gak sih kita merasa lelah dengan hidup yang seolah gak pernah berhenti menguji? Hari berganti, masalah datang dan pergi, tapi hati kadang masih tertinggal di luka yang sama.  Di ruang sederhana ini, aku ingin mengajak kita semua untuk berhenti sejenak, duduk dengan diri sendiri, dan mulai belajar satu hal yang sering kita anggap sepele: memaafkan. Pergi ke taman memetik melati, Harumnya lembut menenangkan hati. Jika hidup terasa berat sekali, Mungkin saatnya kita berdamai dengan diri sendiri. Memaafkan itu bukan berarti melupakan, dan bukan juga membenarkan apa yang telah menyakiti kita. Memaafkan adalah bentuk cinta paling tulus untuk diri sendiri.  Saat kita memilih memaafkan, kita sedang melepaskan beban yang diam-diam mengikat langkah kita. Kita memberi ruang bagi hati untuk bernapas lebih lega. Seringkali kita terlalu sibuk menyalahkan keadaan, orang lain, bahkan dir...