Dua Buku, Dua Rasa: Dari Luka yang Dipendam sampai Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Dua Buku, Dua Rasa: Dari Luka yang Dipendam sampai Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Ada kalanya kita membaca buku bukan karena sedang mencari jawaban, tapi karena ingin merasa, “Oh, ternyata aku nggak sendirian.” 📖
Belakangan ini aku lagi menikmati dua buku dengan vibe yang cukup berbeda: “Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri” dan “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna.
Dua-duanya punya warna cerita masing-masing, tapi somehow sama-sama terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dan honestly, ini tipe buku yang enak dibaca pelan-pelan. Nggak harus langsung selesai dalam satu malam.
Bisa dibaca sambil ngopi, sebelum tidur, atau saat lagi ingin punya waktu sebentar buat diri sendiri.
1. Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri
Dari judulnya saja sebenarnya sudah terasa kalau buku ini punya suasana yang cukup personal.
Tentang Luka yang Kusimpan Sendiri membawa kita pada hal-hal yang mungkin selama ini sering kita simpan sendiri.
Ada luka yang nggak selalu kelihatan. Ada cerita yang nggak selalu kita ceritakan. Ada juga perasaan yang akhirnya cuma kita sendiri yang tahu.
Yang aku suka, buku dengan tema seperti ini terasa relatable karena kita semua mungkin pernah ada di fase tertentu ketika memilih untuk diam.
Bukan karena nggak punya cerita, tapi karena bingung harus cerita ke siapa.
Saat membaca buku ini, rasanya seperti sedang diajak ngobrol pelan-pelan.
Nggak menggurui, nggak terasa terlalu berat, tapi tetap meninggalkan sesuatu setelah selesai dibaca.
Sometimes, we just need a little reminder that it's okay to feel tired, sad, confused, or even lost.
Yang penting jangan sampai kita terlalu lama tinggal di perasaan itu.
Menurutku, buku ini cocok banget buat kamu yang sedang butuh bacaan yang lebih reflektif. Bacanya santai saja. Take your time, nikmati setiap halamannya.
2. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Nah, kalau buku yang satu ini punya kesan yang berbeda.
Dari judulnya saja sudah bikin penasaran, “Kenapa mie ayam? Dan kenapa sebelum mati?”
Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna terasa seperti judul yang sederhana, tapi justru bikin kita ingin tahu lebih jauh.
Ada sesuatu yang menarik dari cara buku ini membawa hal-hal sederhana menjadi sesuatu yang punya makna.
Makanan, kehidupan sehari-hari, dan berbagai hal yang mungkin sering kita anggap biasa bisa terasa lebih dekat ketika dituangkan lewat tulisan.
Aku sendiri suka konsep seperti ini karena kadang kita memang nggak membutuhkan sesuatu yang terlalu complicated untuk bisa menikmati sebuah cerita.
Sometimes, a simple story hits harder.
Dan mie ayam sebagai bagian dari judulnya juga terasa sangat dekat dengan kehidupan kita.
Siapa sih yang nggak punya makanan favorit atau comfort food yang bisa langsung bikin mood sedikit lebih baik?
Buku ini menurutku cocok untuk kamu yang suka bacaan dengan gaya yang ringan, tapi tetap punya sisi emosional dan pemikiran yang bisa dibawa setelah selesai membaca.
Dua Buku dengan Vibe yang Berbeda
Kalau dibandingkan, kedua buku ini punya vibe yang berbeda. Yang satu terasa lebih personal dan menyentuh sisi perasaan, sementara yang lainnya punya pendekatan yang lebih ringan dan unik. Tapi justru itu yang bikin menarik.
Kadang kita ingin membaca sesuatu yang membuat kita merenung.
Di waktu lain, kita cuma ingin duduk santai sambil membaca cerita yang terasa dekat dengan kehidupan.
And that's okay.
Menurutku, membaca bukan soal seberapa banyak buku yang berhasil kita selesaikan dalam sebulan.
Bukan juga tentang harus selalu membaca buku yang “berat” supaya terlihat produktif.
Buatku, membaca adalah tentang menemukan cerita yang cocok dengan keadaan kita saat itu.
Ada hari ketika kita butuh motivasi.
Ada hari ketika kita butuh tertawa. Ada juga hari ketika kita cuma butuh membaca sesuatu yang membuat kita merasa dimengerti.
Kalau kamu sedang mencari bacaan untuk me time, dua buku ini bisa masuk ke reading list kamu.
Siapkan minuman favorit, cari posisi ternyaman, jauhkan handphone sebentar, lalu mulai membaca.
Because sometimes, a quiet moment with a good book is all we need. 🤎📚
#ReviewMakchy #ReviewBuku
#BookReview #BookLover
#ReadingTime #MeTime
#RekomendasiBuku
Komentar
Posting Komentar