Buku yang Rasanya Kayak Dipeluk Pelan-Pelan

Rumah Karya JS Khairen — Buku yang Rasanya Kayak Dipeluk Pelan-Pelan

Ada beberapa buku yang selesai dibaca langsung lupa. Tapi ada juga buku yang selesai dibaca malah bikin diem sebentar, mikir, terus hati rasanya hangat. 


Nah, Rumah karya JS Khairen termasuk tipe buku yang kedua. Buku ini bukan cerita yang penuh plot twist heboh atau drama berat yang bikin capek mikir. 


Justru kesederhanaannya itu yang bikin ngena. Cara JS Khairen nulis tuh kayak ngobrol pelan sama pembacanya. Simple, ringan, tapi diam-diam nusuk ke hati.


Dan honestly, buku ini bikin sadar kalau “rumah” ternyata bukan cuma soal bangunan atau alamat tempat tinggal.

Kadang rumah itu… seseorang.
Kadang rumah itu… suasana.
Kadang rumah itu… tempat di mana kita akhirnya bisa berhenti pura-pura kuat.


#ReviewMakchy

First Impression Pas Baca

Awal baca buku ini tuh rasanya adem banget. Vibes-nya tenang, nggak buru-buru, dan nyaman. Kayak duduk sore sambil hujan turun di luar rumah terus ditemenin teh hangat.


JS Khairen punya gaya nulis yang khas. Bahasanya nggak ribet, tapi emosinya sampai. Banyak bagian yang bikin mikir, “Ih iya juga ya…”


Bahkan ada beberapa kalimat yang rasanya pengen langsung di-highlight karena relate banget sama kehidupan sekarang. Tentang capek jadi dewasa, tentang kehilangan, tentang pulang, dan tentang mencari tempat nyaman setelah dunia terasa ramai banget.


Tentang “Rumah” yang Sebenarnya

Yang aku suka dari buku ini adalah makna “rumah”-nya luas banget. Rumah di sini bukan cuma tembok, atap, atau tempat tidur. Tapi tentang rasa diterima. 


Tentang tempat yang bikin kita bisa jadi diri sendiri tanpa takut dihakimi.Kadang hidup bikin kita terlalu sibuk ngejar banyak hal sampai lupa rasanya pulang. Lupa rasanya tenang. Lupa rasanya didengar.


Dan buku ini somehow ngingetin lagi kalau semua orang sebenarnya cuma pengen punya tempat untuk kembali.

That’s why buku ini terasa personal buat banyak orang.


Bahasanya Ringan Tapi Dalem

Salah satu alasan kenapa karya JS Khairen disukai banyak pembaca ya karena gaya menulisnya ini. Ringan banget dibaca, bahkan buat yang jarang baca novel sekalipun.

Nggak ada bahasa yang terlalu berat atau sok puitis. Tapi justru karena sederhana itu, emosinya jadi terasa real.


Buku ini cocok banget dibaca pelan-pelan. Nggak perlu buru-buru tamat. Dinikmati aja tiap halamannya.


Karena kadang bukan ceritanya yang bikin kita betah, tapi perasaan hangat setelah membacanya.


Relate Banget Sama Kehidupan Sekarang

Menurutku buku ini relate terutama buat orang-orang yang lagi capek sama hidup tapi tetap harus jalan terus.

Ada fase di hidup ketika kita terlihat baik-baik aja, padahal sebenarnya lagi lelah banget. Dan buku Rumah berhasil menggambarkan perasaan itu dengan manis.


Nggak berlebihan, nggak too much drama, tapi realistis.

Kadang kita cuma pengen didengar.
Kadang kita cuma pengen istirahat.
Kadang kita cuma pengen pulang.


Dan buku ini seperti bilang, “nggak apa-apa kalau kamu lelah.”


Banyak Quotes yang Ngena

Ini juga salah satu nilai plus dari buku Rumah. Banyak banget bagian yang quote-able.


Tipe kalimat yang pas dibaca bikin langsung berhenti sebentar karena terlalu relate. Bukan quote yang berat atau sok bijak, tapi kalimat sederhana yang dekat sama kehidupan sehari-hari.


Dan menurutku itu kekuatan terbesar JS Khairen. Dia bisa bikin pembaca merasa dimengerti lewat kata-kata yang simpel.


Cocok Dibaca Saat Lagi Healing

Kalau ditanya buku ini cocok dibaca kapan, jawabannya: saat hati lagi penuh. Entah lagi capek, overthinking, kehilangan semangat, atau sekadar pengen baca sesuatu yang menenangkan.


Buku ini tuh healing version dalam bentuk tulisan.

Nggak bikin stres, nggak bikin emosi terkuras, tapi justru bikin hati lebih tenang setelah selesai baca.


Bahkan suasana bukunya terasa hangat banget. Kayak dipeluk pelan sambil dibilang, “semuanya bakal baik-baik aja.”


Jadi kalau suka novel yang penuh kejutan atau drama intens, mungkin buku ini terasa terlalu calm. Tapi buat pembaca yang suka bacaan hangat dan meaningful, justru itu daya tariknya.


Final Thoughts

Buatku pribadi, Rumah bukan cuma buku biasa. Tapi buku yang bikin pembacanya merasa ditemani.


Ada buku yang selesai dibaca lalu ditaruh di rak.
Tapi ada juga buku yang selesai dibaca lalu tinggal di hati. Dan Rumah termasuk salah satunya.


JS Khairen berhasil bikin cerita sederhana terasa begitu dekat dan manusiawi. Buku ini mengingatkan kalau sekeras apa pun hidup berjalan, semua orang tetap butuh tempat untuk pulang.


So, kalau lagi cari buku yang hangat, relatable, dan penuh makna tanpa terasa berat, Rumah wajib masuk reading list kamu 🤍

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGM Eksplor Luncurkan Gerakan #AyoTunjukTangan untuk Indonesia Maju

Ramsyah Al Akhab: Menyalakan Cahaya Literasi dari Bangka Belitung

Temen Kondangan, Move On Di Kondangan ?