Ramsyah Al Akhab: Menyalakan Cahaya Literasi dari Bangka Belitung

Ramsyah Al Akhab: Menyalakan Cahaya Literasi dari Bangka Belitung

“Buku mungkin tak bisa mengubah dunia secara langsung. Tapi orang yang membaca buku — bisa.” — Ramsyah Al Akhab

Halo semuanya, assalamualaikum wr wb. Welcome back to Ruang Makchy. Kali ini Makchy datang bawa sebuah inspirasi yang semoga bisa jadi cahaya untuk kalian semua. Selamat menikmati karya dari hati ❤️

🏝️ Awal dari Sebuah Rak Buku

Di tengah keindahan Bangka Belitung, di antara hiruk pikuk tambang dan debur ombak pesisir, lahir sebuah gerakan sederhana tapi bermakna besar.

Adalah Ramsyah Al Akhab, sosok muda yang percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari satu halaman buku.


Berawal dari kegelisahan melihat anak-anak di sekitar rumahnya yang mulai jauh dari dunia baca, Ramsyah memutuskan untuk bertindak. Ia mengumpulkan buku-buku dari teman, keluarga, hingga donatur kecil-kecilan. Dari satu rak sederhana di halaman rumah, lahirlah sebuah ruang baru bernama Lapak Baca.


📚 Lapak Baca: Ruang Kecil, Semangat Besar

Lapak Baca bukan sekadar tempat membaca. Ia adalah ruang hidup di mana masyarakat bisa singgah, berbagi, dan saling bertukar cerita.

Kadang di bawah pohon rindang, kadang di depan rumah warga, bahkan di warung kopi — di mana pun ada orang dan ada waktu untuk membaca, di situ Lapak Baca berdiri.

“Dari satu rak kecil di halaman rumah, Ramsyah Al Akhab menyalakan semangat membaca di Bangka Belitung.”

Melalui Lapak Baca, Ramsyah ingin membiasakan masyarakat memandang buku sebagai teman, bukan barang mahal. Ia percaya, membaca adalah bentuk perlawanan paling damai melawan kemiskinan pikiran dan kebiasaan pasrah.

☕ Diskusi Buku: Menghidupkan Pikiran Lewat Obrolan

Tak berhenti di Lapak Baca, Ramsyah membawa literasi ke level berikutnya.

Ia percaya bahwa membaca tak lengkap tanpa berdiskusi. Karena itu, ia rutin mengadakan Diskusi Buku. Forum terbuka di mana siapa pun boleh bicara, bertanya, dan berpendapat.

Kadang di taman, kadang di ruang terbuka, diskusi ini menghadirkan suasana akrab dan santai.

Salah satu momen berkesan adalah ketika Komunitas Aksara Muda (Kosada Babel) yang ia pimpin mengadakan acara “Ngobrol Santai Bersama Gol A Gong”, Duta Baca Indonesia. Dari situ, banyak anak muda mulai melihat bahwa literasi bisa jadi hal keren bukan sekadar tugas sekolah.

Diskusi buku ala Ramsyah yang sederhana, hangat,
tapi penuh makna. Di sinilah ide-ide tumbuh dari obrolan santai.
[Dokumen Pribadi IG Ramsyah]

🏅 Penghargaan SATU Indonesia Award: Bukti dari Ketulusan

Kerja konsisten Ramsyah akhirnya mendapat pengakuan. Ia terpilih sebagai penerima SATU Indonesia Award untuk bidang pendidikan, kategori Diskusi Buku dan Lapak Baca.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa langkah kecil dari pelosok bisa berdampak luas.

Namun, Ramsyah menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab baru. Ia ingin Lapak Baca menjangkau lebih banyak pulau kecil di Bangka Belitung, agar tak ada lagi anak yang tumbuh tanpa mengenal buku.

Penghargaan SATU Indonesia Award bukan akhir perjalanan, tapi awal dari tanggung jawab baru: menebarkan cahaya literasi ke lebih banyak orang.”


🌱Tantangan yang Tak Menyurutkan Semangat Perjalanan Ramsyah tidak selalu mudah.

Minat baca yang rendah, keterbatasan buku, dan jarak antarpulau menjadi tantangan tersendiri. Tapi dengan semangat kolaborasi, ia terus melangkah.

Ia percaya, setiap buku yang terbaca bisa menyalakan satu cahaya baru. Dan jika ada seratus, seribu, bahkan sejuta cahaya seperti itu, Indonesia akan jauh lebih terang.

Ia menggandeng sekolah, komunitas lokal, hingga donatur individu untuk memperkuat gerakan ini.

“Satu buku bisa menyalakan satu cahaya. Kalau kita bisa menyalakan seribu cahaya, bayangkan betapa terangnya negeri ini.” _Ramsyah Al Akhab

💡 Pelajaran untuk Kita Semua

Kisah Ramsyah mengajarkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.

Tidak perlu menunggu fasilitas lengkap atau dana besar cukup niat, satu rak buku, dan keinginan untuk berbagi.

Literasi sejati bukan hanya soal membaca dan menulis, tapi tentang menumbuhkan kesadaran dan menyalakan empati.

Ramsyah Al Akhab membuktikan bahwa literasi bukan sekadar urusan membaca, tapi tentang menghidupkan kesadaran dan membangun masa depan bersama.

Dan dari Bangka Belitung, ia telah menyalakan obor itu agar kita semua ikut menjaga cahayanya.

Melalui Lapak Baca dan Diskusi Buku, Ramsyah menunjukkan bahwa buku masih punya kekuatan besar untuk menyatukan, menyembuhkan, dan membangun masa depan bersama.

🌅 Penutup: Cahaya dari Bangka Belitung

Kini, Lapak Baca dan kegiatan literasi yang dipimpin Ramsyah terus tumbuh. Dari satu rak sederhana, kini telah menjadi gerakan yang menular ke berbagai daerah di Bangka Belitung.


“Dari Bangka Belitung, cahaya kecil itu menyala dan semoga tak pernah padam.”

Dan bagi kita semua, kisah Ramsyah adalah pengingat lembut: bahwa setiap buku yang kita baca, setiap percakapan yang kita mulai, bisa jadi awal dari perubahan yang lebih besar. 🌻

Makchy pamit, wassalamualaikum wr wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Interlac Probiotic : Solusi Tepat Atasi Kolik Pada Bayi

#MasakBarengMakchy Bikin Makanan Ala Restoran Jadi Super SatSet Dengan Fiesta Seafood